Selasa, September 27, 2022
BerandaKABAR NASIONALAksi Pengeroyokan Yang Viral di Semarang Disebut Bermotif Ajakan Check-in Hotel

Aksi Pengeroyokan Yang Viral di Semarang Disebut Bermotif Ajakan Check-in Hotel

Semarang – Pelaku pengeroyokan di Semarang yang videonya viral di media sosial mengaku melakukan aksinya karena tersinggung kerabat perempuannya diajak check-in ke hotel. Namun korban membantah hal itu.
Pengeroyokan tersebut viral salah satunya di unggahan video akun Instagram @terangmedia. Kejadiannya di sekitar Jalan Indraprasta Semarang pada Minggu (29/5) sekitar pukul 03.40 WIB. Dalam video itu terlihat seseorang ditendangi dan dipukul kemudian berhasil kabur.

Satreskrim Polrestabes Semarang turun tangan dan mengamankan enam pria di antaranya inisial DR, SA, SS, TDP, dan AW. Seluruhnya warga Semarang Utara.

“Total ada tujuh pelaku. Satu masih DPO, yang baju merah itu (terekam CCTV), inisial D,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Lombantoruan saat jumpa pers di kantornya, Kamis (2/6/2022).

Dari pengakuan pelaku, awalnya korban pria inisial B berkomunikasi dengan perempuan yang diaku oleh pelaku AW sebagai adiknya. Dalam komunikasi via chatting Facebook itu, disebutkan B mengajak check-in di hotel.

“Pengakuannya, si perempuan ini tersinggung (diajak check-in hotel). Akhirnya pihak perempuan lapor ke kakaknya dan teman-teman kakaknya. Terus pancing korban datang dan kemudian dikeroyok,” jelasnya.
Di kesempatan yang sama, pelaku AW mengatakan perempuan itu dia anggap adik namun bukan adik kandung. Dia mengaku tidak terima adiknya dipaksa check-in di hotel.

“Nggak terima adik saya dipaksa-paksa diajak check-in di hotel. Awalnya itu adik saya di-inbox (chat) lewat Facebook diajak ke hotel,” kata AW.

Ia juga membantah pengeroyokan untuk merampas harta korban. Namun ia mengakui merusak motor milik korban.

“Saya nggak ambil barangnya. Ada dompet jatuh diambil isinya Rp 5 ribu,” ujarnya.

Sementara itu korban ada dua orang inisial R dan B. R merupakan korban yang dipukuli namun sebenarnya tidak tahu permasalahan dan hanya mengantar B.

“Saya nggak tahu, saya cuma diajak tapi saya yang dipukuli,” ujar R.

Sedangkan korban B juga membantah mengajak perempuan tersebut menginap di hotel. Ia kenal perempuan itu sekitar sepekan.

“Nggak, saya nggak ajak check-in, ada bukti chat-nya. Waktu kejadian saya berhasil lari,” ujar B.

Para pelaku dijerat pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan penjara. Kepolisian juga masih mendalami informasi para pelaku pernah melakukan hal serupa sebelumnya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah video aksi pengeroyokan di Semarang viral di media sosial. Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar mengatakan pihaknya sudah menindaklanjuti soal video tersebut.

“Enam tersangka sudah ditangkap,” kata Irwan singkat, Senin (30/5).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Komentar Terbaru