Kamis, Oktober 6, 2022
BerandaGadgetsPengaruh Penggunaan Gadget terhadap Obesitas pada Remaja

Pengaruh Penggunaan Gadget terhadap Obesitas pada Remaja

KABAR POJOKAN-Menurut WHO dalam P2PTM Kemenkes RI (2018) obesitas merupakan penumpukan lemak yang berlebihan akibat ketidakseimbangan asupan energi (energy intake) dengan energi yang digunakan (energy expenditure) dalam waktu lama. Pada penelitian yang dilakukan oleh Anis (2005) yang berjudul Electrical Sensitivity ia membahas tentang neurologi secara umum yaitu bersifat kepekaan yang dikenal dengan istilah “Trias Anis” yang disebabkan oleh radiasi elektromagnetik. Ia mengambil sampel beberapa orang dan menemukan hasil bahwa gadget berpotensi tinggi yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Pada penelitian Anies ini ia menekankan pengaruh radiasi elektromagnetik terhadap gangguan kesehatan neurologi. Sedangkan penelitian yang kami lakukan adalah penelitian yang mengarah pada penyebab gadget pada gangguan kesehatan yaitu obesitas.

Pada penelitian yang dilakukan oleh Hamalding, H., risna, R., & susanti, S. (2019), membahas tentang hubungan gaya hidup terhadap overweight dan obesitas pada remaja putri di SMA 11 Makassar, pada penelitiannya ia menemukan bahwa dari 76 siswi yang menjadi sampel didapatkan bahwa dengan aktifitas fisik yang kurang terjaga sebanyak 27,6% remaja mengalami overweight dan 11,8% mengalami obesitas aktivitas fisik yang tertinggi adalah bermain gadget dan menonton tv sebanyak 14,4%. Pada penelitiannya ia menganalisis bahwa rendahnya aktivitas fisik pada remaja overweight dan obesitas dalam penelitian ini berkaitan dengan perilaku sedentary lifestyle. penelitiannya lebih menekankan pada siswi SMA sedangkan penelitian kami tidak membatasi sampel dengan gender.

Menurut Osland (dalam Effendi, 2013:2) gadget merupakan sebuah istilah dalam bahasa inggris yang mengartikan sebuah alat elektronik kecil dengan berbagai macam fungsi. Menurut Sanjaya dan Wibowo (dalam Manumpil, 2015:2) gadget merupakan sebuah inovasi dari teknologi terbaru dengan kemampuan yang lebih baik dan fitur terbaru yang memiliki tujuan maupun fungsi lebih praktis dan juga lebih berguna.menurut Widyawati (2014) gadget merupakan barang canggih yang diciptakan dengan berbagai jenis aplikasi yang dapat menyajikan berbagai media berita, jejaring sosial, hobi, bahkan hiburan.

Dampak positif penggunaan gadget

  • Menambah pengetahuan
  • Mempermudah komunikasi
  • Memperluas jaringan pertemanan

Dampak negatif penggunaan gadget

  • Risiko terkena radia
  • Kecanduan
  • Lambat memahami pelajaran
  • Obesitas

Hubungan gadget dengan obesitas pada remaja

Sebuah teori menyebutkan bahwa penggunaan gadget yang berlebihan bisa merusak kesehatan tubuh, termasuk meningkatkan potensi obesitas. Dalam program Health Corner di Radio Sonora FM, dr. Santi dari Medical Centre Kompas Gramedia pun membenarkan teori tersebut. Pasalnya, ketika pada kondisi pandemi seluruh aktivitas dilakukan secara daring, misalnya bersekolah melalui online, kemudian saat istirahat juga masih terus di depan gadget, maka potensi obesitas akan meningkat karena aktivitas fisik menurun. Tak hanya pada anak, potensi obesitas ini bisa meningkat pada seluruh pihak yang menggunakan gadget berlebihan atau tergolong dalam kecanduan. studi pendahuluan yang dipresentasikan pada bulan Juli 2019 di American College of Cardiology Latin America Conference. Studi ini menemukan bahwa penggunaan ponsel selama lima jam atau lebih sehari memiliki 43 persen peningkatan risiko obesitas.

Penelitian yang dilakukan peneliti dari Universitas Northwestern di Chicago, Amerika Serikat menemukan adanya hubungan antara paparan cahaya biru yang dipancarkan oleh smartphone dan tablet dengan peningkatan rasa m. Para peneliti mengatakan bahwa paparan cahaya yang dikeluarkan layar gadget dapat meningkatkan rasa lapar s1q popelama beberapa jam, dan bahkan meningkatkan rasa lapar walaupun pengguna sudah menyantap makanan. Hal itu berarti membuat seseorangp cenderung makan lebih banyak dan lebih,, mungkin untuk menambah berat badan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa paparan cahaya biru yang dikeluarkan gadget terkait dengan peningkatan rasa lapar yang dimulai 15 menit setelah gadget dinyalakan, dan masih meninggalkan efek hingga dua jam setelah makan. Selain itu, paparan cahaya biru dari gadget juga sudah terbukti menurunkan rasa kantuk pada malam hari sehingga meningkatkan risiko insomnia. Peneliti Ivy Cheung dari Universitas Northwestern mengatakan, setiap tiga jam paparan cahaya biru dari gadget di malam hari berakibat akut meningkatkan rasa lapar dan metabolisme glukosa

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Komentar Terbaru